Top
Jumat, 17 Januari 2025 | Edukasi

Perayaan Imlek, yang akan dirayakan pada hari Rabu, 29 Januari 2025, adalah salah satu tradisi budaya yang kaya di Indonesia dan sangat menarik untuk dikenalkan pada anak PAUD. Melalui modul ajar ini, anak-anak TK usia 4-6 tahun dapat belajar sambil bermain, membuat kerajinan tangan, bernyanyi, dan mengenal lebih dekat kebudayaan Tionghoa yang telah menjadi bagian dari keragaman Indonesia. Baca juga:Menjelaskan Makna dari Simbol-Simbol Perayaan Imlek kepada Si Kecil Berikut ini adalah modul ajar yang bisa menjadi panduan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah: 1. Kegiatan awal Anak didik akan diajak untuk mengenal makna perayaan Imlek dan mengaitkan dengan pengalaman anak atau anak-anak yang merayakan dalam kehidupan nyata. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan adalah: Bercerita: Anak didik mendengarkan cerita tentang perayaan imlek yang juga mengenalkan anak tentang ciri khas imlek, misalnya angpau, warna merah, barongsai, dan lainnya. Guru bisa menyiapkan gambar segala sesuatu yang berhubungan dengan perayaan ini Diskusi singkat: Anak didik menjawab pertanyaan guru tentang cerita dan pengalaman anak didik dalam perayaan Imlek Bernyanyi: Anak didik bernyanyi lagu anak Mandarin yang sederhana, misalnya lagu:- If You’re Happy and You Know It (Rúguǒ nǐ kāixīn)- Twinkle Twinkle Little Star (Xiǎo xīngxīng)- Head, Shoulders, Knees, and Toes (Tóu, jiān, xī hé jiǎo) Baca juga:Ide GAMES Kolaboratif yang Bikin SISWA BARU CEPAT AKRAB saat MPLS PAUD | Permainan Seru Anak Usia 4-5 Tahun 2. Kegiatan pokok Anak diajak melakukan aneka kegiatan praktis untuk semakin mengenal budaya orang Tionghoa, misalnya: Membuat hiasan gantung lampion: Dengan alat dan bahan kertas berwarna merah, lem, gunting, dan tali, anak didik diajak membuat lampion sederhana. Caranya dengan menggunting kertas dan menempelkan potongan kertas untuk membentuk lampion, yang nantinya bisa menjadi hiasan gantung Menari Barongsai: Dengan mengenakan topeng bergambar naga dan kain, anak didik menari gerakan tarian Barongsai Tebak shio: Anak didik menebak bahasa mandarin dari gambar-gambar hewan yang merupakan gambar shio-shio tahun Berburu angpau: Anak didik mencari angpau di sekitar sekolah. Bagi yang menemukan harus bisa menyebutkan jumlah uangnya dalam bahasa Mandarin Menyanyi lagu: Lagu bertema imlek yang biasa dinyanyikan anak PAUD berjudul Gong Xi Gong Xi Bermain pukul balon merah: Anak didik memukul balon yang bertuliskan “Gong Xi Fa Cai” Menyusun kue keranjang: Anak didik menyusunnya sehingga membentuk menara Membuat dekorasi Imlek: Anak didik membuat aneka dekorasi dengan bahan kertas merah berbentuk lampion, naga, shio, dan lainnya. Koleksi MODUL AJAR PAUD Terlengkap? Ada di Sini! 3. Kegiatan penutup Anak didik diajak untuk membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilakukan, menyanyikan lagu bertema Imlek bersama, pembagian hadiah, dan saling mengucapkan selamat merayakan tahun baru Imlek. Dengan kegiatan yang seru dan edukatif bertema perayaan Tahun Baru Imlek, anak didik dapat lebih mengenal dan menghargai budaya Tionghoa. Lewat pengalaman langsung, mereka belajar sambil bermain, serta memperkaya pengetahuan dan keterampilan mereka. Semoga perayaan Imlek tahun ini menjadi momen yang istimewa, penuh keceriaan, dan mampu mempererat kerukunan antar budaya di Indonesia yang berbhineka. RIRI: Cerita Anak Interaktif yang Diunduh Jutaan Anak Indonesia Sumber referensi:1. Freepik.com. (2020). Hugging smiling holding mandarines happy chinese new year [1]

Senin, 09 Desember 2024 | Edukasi

Pembelajaran tentang tanaman akan membantu anak didik semakin memahami akan manfaat dari berbagai produk tanaman dan manfaat dari tanaman bagi kehidupan di alam semesta. Berikut ini adalah Modul Ajar Mingguan atau RPPM ( RPP Mingguan) yang menyediakan aneka kegiatan yang bisa diberikan kepada anak didik setiap hari dan di dalam 1 minggu pembelajaran (5 hari pembelajaran). Artikel Terkait:- Modul Ajar dan RPPH Tema / Topik: Tanaman Hias, Belajar Tumbuhan - Kurmer PAUD / TK- Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik: Tanaman Buah, Manfaat Tumbuhan - Kurikulum Merdeka Belajar A. Hari 1: Mengenal Bagian Tanaman 1. Pengamatan Langsung Ajak anak didik melihat video edukasi tentang bagian tanaman. Lalu, ajak mereka mengamati tanaman secara langsung tanaman yang ada di kebun atau taman sekolah. Beri kesempatan kepada anak didik untuk melihat dan menyentuh tanaman secara langsung. 2. Bernyanyi Ajak anak didik menyanyikan lagu tentang bagian tanaman. Setelah menguasai lagu, ajak mereka bernyanyi sambil bergerak atau menari. Setelah itu, ajak anak didik mewarnai bentuk tanaman, membuat karya kolase tema tanaman, atau menggambar tanaman. 3. Eksperimen Sederhana Sediakan tanaman yang memiliki akar (misalnya: sawi) dan masukkan ke dalam sebuah gelas dengan media tanam kapas yang dibasahi dengan air yang diberi warna. Setelah itu, Guru bisa bercerita (mendongeng) tentang tanaman yang membutuhkan air agar bisa hidup. B. Hari 2: Mengenal Tanaman Buah 1. Mengamati dan Bermain Tebak Buah Guru menyediakan buah-buahan asli atau replikanya, lalu memperkenalkan nama, warna, tekstur, dan manfaatnya. Setelah itu, guru mengajak anak didik bermain “tebak buah” dengan cara menutup mata anak didik dan memintanya menebak nama dari buah tersebut. 2. Menanam Biji Buah Anak didik menanam biji buah, misalnya buah mangga di dalam pot mini, serta menyiraminya setiap hari. Setelah itu, guru bisa mengajak anak didik mendongeng atau menyanyikan lagu tentang merawat tanaman buah. 3. Mengamati Kebun dan Membuat Craft Anak didik diajak untuk mengamati kebun mini atau edu-park. Lalu, anak didik diajak untuk mempraktikkan cara merawat buah dan membuat kreasi craft (misalnya kolase, mewarnai gambar, dan lainnya) KABI: Kisah Nabi dalam Animasi yang Bermanfaat Membangun Akhlak Anak C. Hari 3: Mengenal Tanaman Sayur 1. Mengenal Sayur Anak didik mengamati berbagai sayur yang ditunjukkan oleh guru. Anak didik diberi kesempatan menyentuh atau membaunya. Setelah itu, anak didik diajak untuk bermain tebak nama sayur, misalnya dengan menunjukkan tiap sayuran, menyebutkan ciri serta manfaat sayuran tersebut, atau menutup mata anak serta membiarkannya meraba serta menciumnya untuk menebak nama sayuran. 2. Memasak Sayur Bersama Dengan melibatkan orang tua, anak didik diajak untuk memasak sayur dan makan bersama. Anak didik juga diajak untuk memakan sayur segar, misalnya mentimun atau sayuran lain yang biasa digunakan sebagai lalapan. Ajak anak didik bersama orang tua untuk bernyanyi lagu tentang manfaat sayuran dalam kegiatan ini. 3. Membuat Karya Seni dan Mendengarkan Cerita Anak didik bisa melakukan aneka kegiatan seni bertema sayuran, misalnya mewarnai gambar, menggambar, atau membuat kreasi kolase. Anak didik juga bisa diajak untuk mendengarkan cerita tentang sayuran. Baca juga: Aktivitas Menarik untuk Membuat Anak PAUD - TK Cinta Makan Sayur ( Topik: Diriku, Kegemaranku ) D. Hari 4: Mengenal Tanaman Hias 1. Mengamati dan Bermain Ajak anak didik bernyanyi tentang manfaat tanaman hias yang begitu indah, misalnya lagu “Lihat Kebunku”. Lalu, ajak mereka mengamati aneka tanaman hias yang ada di sekolah agar mengenal bentuk, warna, dan keunikannya. Lalu, anak didik diajak untuk bermain tebak-tebakan tentang tanaman hias dengan media gambar atau kartu. 2. Praktik Menanam Tanaman Hias Guru menyediakan sebuah pot mini dan tanaman hias dengan media tanam kantong plastik serta tanah. Lalu, anak didik diajak untuk menanamnya ke dalam pot. Kegiatan ini, bisa diawali dengan menghias pot masing-masing anak. E. Hari 5: Mengenal Tanaman Obat 1. Mengamati dan Bermain Guru menyediakan jahe, daun sirih, bawang putih, kencur, dan lainnya. Anak didik diajak mengamati dan membiarkan mereka menggunakan panca indera untuk mengenal setiap tanaman hias. Setelah itu, anak didik diajak bermain tebak tanaman obat, misalnya dengan menutup mata dan mencium tanaman obat untuk bisa menebaknya. 2. Mengenal Manfaat Lain dan Praktik Menanam Ajak anak didik mengenal salah satu manfaat lain dari tanaman obat, misalnya kunyit, yaitu sebagai media pewarna. Lalu, anak didik juga bisa diajak untuk mempraktikkan cara menanam kunyit. 3. Mengenal Minuman Herbal Ajak anak didik mencicipi minuman herbal, misalnya jamu beras kencur, jahe hangat, wedang sera, dan lainnya. Baca juga:Ajak Anak PAUD Belajar Jenis dan Manfaat Tanaman Obat dengan Variasi Aktivitas Seru! Guru PAUD Sahabat Educa, menarik sekali bukan variasi kegiatan di atas!? Semoga bermanfaat!

Senin, 14 Oktober 2024 | Edukasi

Ada banyak binatang menarik yang hidup di dalam air tawar, misalnya lele, gurame, dan lainnya. Dalam modul ajar ini, anak-anak diajak belajar mengenal berbagai jenis binatang air tawar. Anak didik akan belajar tentang ciri-ciri fisik, habitat, serta makanan yang disukai oleh binatang-binatang tersebut. Selain itu, anak-anak didik juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan air agar binatang-binatang ini bisa hidup dengan sehat dan nyaman. Artikel Terkait:1. Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik: Binatang, Hewan Berkaki Dua2. Fakta Unik Kehidupan Ikan di Buku Cerita Educa Studio X Twinkl A. Informasi Umum Semester : 1 Kelompok usia PAUD : 5-6 Tahun Topik : Hewan Air Sub Topik: Binatang Air Tawar Dapatkan LKA  PAUD Gratis dengan Tema: - Mewarnai Keindahan Laut- Mewarnai Hewan Lautan B. Tujuan Pembelajaran Anak didik mampu mengenal macam binatang yang hidup di air tawar, beserta dengan ciri fisik, habitat, dan jenis makanannya. C. Kegiatan Harian 1. SOP Pembiasaan Rutin Harian Pada bagian ini anak didik diajak untuk melakukan SOP pembiasaan rutin harian dan pemeriksaan kesehatan tubuh. Siswa diajak video dongeng sebagai apersepsi, misalnya dengan menonton video berikut ini: 2. Kegiatan Pembuka Siswa berdiskusi bersama tentang film yang baru saja ditonton dengan menjawab pertanyaan: Siapa saja tokoh di dalam dongeng? Apakah makanan hewan tersebut? Di mana ikan tersebut tinggal? 3. Kegiatan Inti sesuai Kurikulum Merdeka Siswa membuat karya kreatif dan melakukan aneka aktivitas agar semakin mengenal banyak hal tentang binatang air tawar. A). Kegiatan Bermain a. Permainan "Tangkap Ikan Pancingan" Anak didik memancing gambar ikan air tawar (lele, gurame, nila) dan hewan air laut (gurita, kuda laut, dan lainnya) sebagai jebakan, yang diberi magnet kecil di belakangnya menggunakan pancingan mainan. Setelah "memancing" ikan air tawar, mereka diminta menyebutkan nama dan ciri-ciri ikan tersebut. Bila anak didik menangkap hewan air laut, maka mereka harus melepaskan kembali. Permainan ini mengajarkan anak-anak mengenal berbagai jenis ikan sambil melatih koordinasi motorik halus. b. Permainan "Mengenal Makanan Ikan" Guru menyediakan gambar aneka ikan air tawar dan berbagai gambar makanan yang sesuai, lalu anak didik berlomba memilih dan menempatkan makanan yang tepat ke mangkuk ikan tersebut. Anak didik harus cepat memilih apakah ikan suka makan cacing, serangga, atau pelet dan mengisi mangkuknya. Sediakan gambar daging, durian, dan aneka benda lain sebagai jebakan. Permainan ini memperkenalkan berbagai makanan ikan air tawar sekaligus meningkatkan kecepatan dan ketepatan anak dalam memilih jawaban. Baca juga: Kegiatan Anak Seru Tema Kehidupan Hewan di Lautan untuk PAUD Usia 4-5 Tahun B). Kegiatan Membuat Craft a. Craft "Akuarium Mini Bahan Kertas" Anak didik membuat akuarium mini menggunakan kotak karton atau kertas lipat dan menghiasnya dengan gambar ikan air tawar seperti lele, gurame, dan nila. Anak didik bisa menempelkan gambar tanaman air, bebatuan, dan pasir yang sesuai dengan habitat ikan air tawar.Craft ini mengajarkan anak-anak tentang lingkungan hidup ikan air tawar dengan cara kreatif dan imajinatif. b. Craft "Akuarium dari Botol Plastik Bekas" Anak didik menggunakan botol plastik bekas yang sudah dibersihkan untuk membuat aquarium mini, lalu menghias bagian dalam dengan gambar aneka ikan air tawar yang mereka lukis secara mandiri dengan bahan dari kertas bekas. Anak didik juga bisa menambahkan pasir, kerikil, atau daun kering sebagai elemen dasar habitat, dan menempelkan tanaman air yang terbuat dari kertas bekas atau kain. Kerajinan tangan ini tidak hanya memperkenalkan ikan air tawar tetapi juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya daur ulang bahan bekas. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik: Hewan Merayap, Belajar Binatang: Sesuai Kurmer  C). Kegiatan Praktik Baik a, Praktik "Memberi Makan Ikan dengan Benar" Ajak anak didik ke perikanan, dan minta anak didik belajar cara memberi makan ikan air tawar dengan porsi yang tepat dan jenis makanan yang sesuai, seperti pelet, sayuran, atau cacing. Anak didik juga belajar untuk tidak memberi makanan berlebihan agar air tetap bersih dan kesehatan ikan terjaga. Hadirkan seorang ahli yang akan menjadi narasumber dan memberi edukasi. Praktik baik ini mengajarkan tentang tanggung jawab dalam merawat ikan serta pentingnya menjaga kebersihan kolam sebagai habitat ikan. b. Praktik "Membersihkan Habitat Ikan" Anak didik diajak untuk terlibat dalam kegiatan membersihkan akuarium atau kolam ikan, termasuk mengganti air, membersihkan sisa makanan, dan menjaga kebersihan elemen habitat. Anak didik belajar tentang pentingnya menjaga kualitas air dan kebersihan agar ikan bisa tumbuh dengan sehat dan nyaman. Hadirkan seorang ahli yang akan menjadi narasumber dan memberi edukasi. Kegiatan ini ini tidak hanya mengajarkan cara merawat ikan tetapi juga meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya lingkungan serta habitat ikan agar tetap bersih dan sehat. Baca juga: 13 Jenis Kegiatan Sedehana Belajar Tema Hewan Air untuk PAUD D. Kegiatan Refleksi / Penutup Anak didik diajak untuk melakukan kegiatan: Menjawab pertanyaan guru tentang apa saja yang kegiatan yang dilakukan hari ini. Menceritakan perasaan mereka saat belajar dan setelah melakukan aneka kegiatan. Anak didik mendapatkan penugasan yang bisa dilakukan bersama orang tua, misalnya: Membersihkan akuarium, kolam, atau habitat ikan lainnya Memberi makan ikan Mengunjungi pasar ikan dan melakukan kegiatan wawancara dengan penjual ikan. Semoga bermanfaat! Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik: Hewan Ternak, Mengenal Binatang - Kurikulum Merdeka Belajar Sumber Referensi: 1. Freshwaterlive.org. (2023). Lesson plans [1] 2. Naturespath.com. (2022). Activities for kids learn rivers lakes [2]

Senin, 07 Oktober 2024 | Edukasi

Hari Pangan Sedunia, yang akan diperingati pada tanggal 16 Oktober, merupakan kesempatan istimewa bagi guru PAUD untuk mengajarkan banyak hal tentang makanan. Melalui aneka kegiatan berman dan aktivitas yang menyenangkan, guru bisa: Mengajarkan aneka jenis nutrisi yang ada di dalam makanan, Membangun kesadaran pentingnya menjaga ketahanan pangan (tidak membuang-buang makanan), Mengajarkan keterampilan memasak sederhana, Mendorong pembiasaan makan makanan yang sehat, Membangun kecintaan anak didik pada makanan tradisional. Artikel Terkait: - RPP PAUD Tema Diriku Subtema Makanan Sehat - Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik: Aku Suka Makan Buah, Kegemaranku, Diriku - Kurikulum Merdeka Belajar Inilah contoh modul ajar harian atau RPPH yang bisa menjadi panduan bagi guru PAUD dalam mengajar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. A. Informasi Umum Semester : 1 Kelompok usia PAUD : 5-6 Tahun Topik : Peringatan Hari Pangan Sedunia Sub Topik: Aku Bersyukur atas Makanan Setiap Hari LKA dari Educa Studio: Bagus untuk Perkembangan Kognitif dan Keterampilan Si Kecil B. Tujuan Pembelajaran Mengenalkan anak didik tentang nutrisi dalam makanan, praktik memasak sederhana, contoh makanan sehat, dan pengenalan makanan tradisional. C. Kegiatan Harian 1. SOP Pembiasaan Rutin Harian Pada bagian ini anak didik diajak untuk melakukan SOP pembiasaan rutin harian dan pemeriksaan kesehatan tubuh. Siswa diajak menyanyikan lagu pembuka kelas sebagai apersepsi, misalnya dengan bernyanyi menonton video animasi dongeng dengan judul Salatiga, Kota Tertua di Indonesia 2. Kegiatan Pembuka Siswa berdiskusi bersama tentang film yang baru saja ditonton dengan menjawab pertanyaan: Apa saja makanan yang ada di dalam film? Apakah makanan tersebut termasuk makanan sehat? Mengapa kita perlu mencintai makanan tradisional? Baca juga: Ide Aktivitas untuk Belajar Topik Makanan Kesukaanku ( Kurikulum Merdeka ) 3. Kegiatan Inti sesuai Kurikulum Merdeka Siswa membuat karya kreatif dan melakukan aneka aktivitas agar semakin mengenal banyak hal tentang makanan. A). Kegiatan Bermain 1. Bermain Drama Jual Beli Makanan Siapkan area bermain yang akan difungsikan sebagai toko makanan Siapkan pula aneka gambar makanan, ada makanan sehat dan makanan tidak sehat. Anak didik akan berperan sebagai pembeli, ada juga yang berperan sebagai penjual. Dalam permainan ini, “pembeli” dapat memilih makanan sehat untuk "dibeli" dan menjelaskan mengapa pilihan mereka sehat. Kegiatan ini membantu anak-anak belajar tentang nutrisi dalam makanan, serta berlatih keterampilan sosial dan berinteraksi. 2. Bermain Sentuh Tulisan Buah dan Sayur Siapkan gambar besar buah dan sayur yang ditempel di papan. Anak-anak akan menyentuh gambar yang sesuai dengan nama buah atau sayur yang disebutkan oleh guru. Kegiatan ini membantu anak-anak mengenal berbagai jenis buah dan sayur sambil melatih keterampilan motorik mereka. B). Kegiatan Membuat Craft 1. Sepiring Makanan Sehat Anak didik menempelkan gambar bentuk makanan sehat di atas sebuah piring plastik. Gambar bentuk makanan yang ditempel antara lain sayur, lauk (ayam atau telur), dan buah. Setelah selesai, anak didik menjelaskan nama-nama makanan dan gizi yang terkandung di dalam makanan. 2. Piramida Makanan Sehat Alat dan bahan untuk membuat kreasi ini adalah karton berbentuk piramida, gambar makanan, lem. Tugas anak didik adalah membuat piramida makanan dengan menempel gambar makanan ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai pada piramida (karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan, lemak). Mereka belajar tentang keseimbangan makan dari dasar piramida hingga puncak. Baca juga: 1. Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Pakaian, Kebutuhanku - Kurikulum Merdeka Belajar 2. Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK : Keluarga Inti, Keluargaku - Kurikulum Merdeka Belajar C). Kegiatan Praktik Baik 1. Membuat Salad Buah Bantu anak didik menyiapkan alat dan bahannya, yaitu aneka buah-buahan (pisang, apel, anggur, mangga, jambu, jeruk), mangkuk kecil, sendok plastik. Ajak anak didik memilih dan memotong buah dengan bantuan guru, lalu mencampurnya di mangkuk. Campurkan pula mayones secukupnya. 2. Membuat Sandwich Sehat Bantu anak didik dengan menyiapkan alat dan bahannya, yaitu roti tawar, selada, tomat, keju, daging, dan saus. Lalu, anak didik membuat sandwich sederhana dengan memilih bahan makanan yang tersedia. Anak didik diajak untuk belajar tentang cara membuat makanan secara mandiri dan memahami bahwa makan sehat bisa menyenangkan dan lezat. D. Kegiatan Refleksi / Penutup Anak didik diajak untuk melakukan kegiatan: Menjawab pertanyaan guru tentang apa saja yang kegiatan yang dilakukan hari ini. Menceritakan perasaan mereka saat belajar dan setelah melakukan aneka kegiatan. Anak didik mendapatkan penugasan yang bisa dilakukan bersama orang tua, misalnya: Membuat menu makanan sehat sederhana, misalnya sandwich, rujak, lotek, salad buah, dan lainnya, bersama orang tua. Menyanyikan lagu tentang makanan sehat bersama orang tua. Mewarnai gambar atau menggambar bentuk makanan sehat. Baca juga: Ide Aktivitas untuk Belajar Topik Makanan Kesukaanku ( Kurikulum Merdeka ) Semoga bermanfaat! Sumber Referensi: 1. Site.extension.uga.edu. (2023). Eat healthy be active [1] 2. Kangarookids.in. (2023). Ways to teach pre schoolers about food groups and nutrients [2]

Kamis, 12 September 2024 | Edukasi

Modul topik Anak PHBS dan sub topik “Mainanku Bersih, Tubuhku Sehat” ini bisa menjadi panduan bagi guru PAUD yang mengajar anak usia KB 3-4 tahun. Mainan adalah satu media belajar anak usia dini. Maka, anak didik perlu memahami cara menjaga kebersihan mainan. Ada banyak kegiatan menarik dan menyenangkan yang bisa diajarkan kepada anak-anak didik. UNDUH GRATIS LKA: Lembar Kerja Anak ini Membuat Anak Rajin Belajar. DIJAMIN! A. Informasi Umum Semester : 1 Kelompok usia PAUD : 3-4 Tahun Topik : Aku Anak PHBS Sub Topik: Mainanku Bersih, Tubuhku Sehat KABI (Kisah Teladan Nabi): Animasi Keren Pengembang Karakter Anak Muslim B. Tujuan Pembelajaran Anak didik mengenal pentingnya menjaga kebersihan mainan. Anak didik mampu mempraktikkan cara merawat mainan agar tetap bersih, awet, dan higienis untuk dimainkan. C. Deskripsi Kegiatan Anak didik melakukan melakukan kegiatan apersepsi menarik dan bisa memacu semangat belajarnya sejak awal pembelajaran. Anak didik melakukan melakukan gerak lagu tentang menjaga kebersihan lingkungan. Anak didik mendapatkan informasi dan penjelasan tentang cara menjaga mainan melalui metode menonton film, mendengarkan penjelasan guru, dan berdiskusi. Anak didik melakukan kegiatan praktik atau pembuatan karya tentang cara menjaga kebersihan mainan dan manfaatnya. Anak didik melakukan refleksi dengan cara berdiskusi atau melakukan kegiatan menarik yang mencakup keseluruhan kegiatan hari ini. D. Kegiatan Harian 1. SOP Pembiasaan Rutin Harian Pada bagian ini anak didik diajak untuk melakukan SOP pembiasaan rutin harian dan pemeriksaan kesehatan tubuh. Siswa diajak menyanyikan lagu pembuka kelas sebagai apersepsi, misalnya dengan bernyanyi lagu bertema cara menjaga lingkungan dan mainan. Syair lagu di bawah ini adalah contohnya: Mainan kesukaankuakan ku jaga kebersihannyaada mainan yang aku gosok dengan kainada mainan yang aku cuci dengan sabun Setelah selesai, aku rapikan kembaliAgar esok bisa aku mainkan kembalimainanku bersih, tubuhku pun sehat 2. Kegiatan Pembuka Siswa berdiskusi bersama tentang syair lagu yang dinyanyikan dengan menjawab pertanyaan: Lagu / syair tadi tentang apa? Apa manfaat menjaga kebersihan mainan? 3. Kegiatan Inti sesuai Kurikulum Merdeka Siswa membuat karya kreatif dan melakukan aneka aktivitas yang berhubungan dengan cara menjaga kebersihan diri, yaitu: 1. Mengenal Alat Pembersih Mainan Anak didik memperhatikan penjelasan guru tentang alat-alat dan bahan yang biasa digunakan untuk membersihkan mainan, misalnya kain lap, spon, sabun, ember, dan air. Setelah itu, anak didik bisa diajak untuk berdiskusi atau bermain tebak-tebakan tentang alat pembersih mainan. 2. Memilih Mainan yang Boleh Dicuci dan Tidak Boleh Dicuci Sebelum mengajak anak didik mencuci mainan, anak didik perlu memahami mainan yang boleh dicuci atau tidak boleh dicuci (cukup dilap dengan kain kering). Adapun, mainan yang tidak boleh dicuci antaran lain yang berjenis: Mainan Elektronik: Mainan yang menggunakan baterai. Mainan Berbahan Kayu: Mainan kayu yang tidak dipernis, akan lebih mudah rusak bila terkena air Mainan Berbahan Kertas: Misalnya kartu atau buku. Karena bisa hancur bila terkena air. Mainan Berbahan Kain: Kain bisa rusak dan menjadi kusut. Sedangkan, mainan yang dapat dicuci biasanya adalah yang berbahan plastik, silikon, kayu berlapis bahan tahan air, dan karet. 3. Membersihkan Mainan Bersama Ajak anak-anak bekerja sama dalam membersihkan mainan dengan menggunakan alat pembersih yang telah dikenalkan, seperti menyikat mainan dengan sikat lembut atau mengelapnya dengan lap basah. Jelaskan langkah-langkah pembersihan secara sederhana dan biarkan anak-anak terlibat langsung. 4. Mengeringkan Mainan yang Telah Dibersihkan Tahap pertama dalam proses mengeringkan mainan adalah mengelap mainan. Selain mengurangi jumlah air yang menempel pada mainan, aktivitas ini bisa membersihkan mainan dari kotoran atau debu. Setelah itu, anak didik bisa diajak untuk menjemur mainan dan meletakkannya di tempat yang terbuka atau terkena paparan sinar matahari. Proses pengeringan juga bisa menggunakan pengering rambut. 5. Membuat Poster Sembari menunggu mainan kering, anak didik membuat poster yang berisi pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan mainan. Beberapa kalimat ajakan di dalam poster diantaranya adalah: “Ayo Jaga Kebersihan Mainan”, “Rapikan Mainan Setelah Memakainya”, “Bersih-Bersih Mainan itu Menyenangkan”. 6. Merapikan Mainan Bersama Setelah mainan bersih dan kering, ajak anak didik merapikan mainan bersama. Ajak pula untuk mendekorasi ruang bermain agar semakin meriah dan membuat anak didik semakin bersemangat bermain sambil belajar. 4. Kegiatan Refleksi / Penutup Anak didik diajak untuk melakukan kegiatan: Menjawab pertanyaan guru tentang apa saja yang kegiatan yang dilakukan hari ini. Menceritakan perasaan mereka saat belajar dan setelah melakukan aneka kegiatan. Anak didik mendapatkan penugasan yang bisa dilakukan bersama orang tua, misalnya: Menonton dongeng berjudul “Mobil-Mobilanku”. Setelah menonton dongeng tersebut, ajak anak didik mendiskusikannya. Semoga bermanfaat! Sumber Referensi: 1. Potterybarnkids.com. (2023). How to clean baby toys [1] 2. Parents.com. (2022). how to clean baby toys [2] 3. Freepik.com. (2022). Little boy opening box with toys [3]

Jumat, 16 Agustus 2024 | Edukasi

Modul Ajar dan RPPH untuk anak usia PAUD - TK kali ini membahas topik “Aku Cinta Bangsaku” dengan sub topik Mengenal Bendera dan Lagu Kebangsaan Indonesia, yang dikategorikan untuk anak usia 4-5 tahun. Anak didik akan diajak untuk semakin memiliki jiwa patriotisme dan cinta tanah air, sehingga akan semakin tumbuh pula rasa bangga tinggal di Indonesia. Artikel Terkait:1. Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Pahlawan Kemerdekaan - Tema Negaraku Kurikulum Merdeka Belajar 2. Modul Ajar PAUD Topik: AKU CINTA NEGARAKU, Sub Topik MERAYAKAN KEMERDEKAAN Indonesia | Kurmer TK Usia 4-5 Tahun A. Informasi Umum Semester : 2 Kelompok usia PAUD : 4-5 Tahun Topik : Aku Cinta Negaraku Sub Topik: Mengenal Bendera dan Lagu Kebangsaan Indonesia B. Tujuan Pembelajaran Anak didik diharapkan akan semakin menjiwai makna bendera merah putih, sehingga akan semakin tumbuh karakter pemberani dan percaya diri serta memiliki hati yang “putih” atau baik. Anak didik juga akan diajak untuk mengembangkan jiwa nasionalisme serta rasa cinta tanah air dan bangsa. C. Deskripsi Kegiatan Pada awal pembelajaran anak didik dapat diajak untuk menonton video yang merangsang akal dan semangat mereka melalui kegiatan menarik dan menyenangkan (menonton film, melakukan gerak lagu, dan lainnya). Selanjutnya, anak didik dapat diajak untuk melakukan aneka kegiatan yang merangsang pertumbuhan motorik, kecerdasan, dan mengembangkan karakter mereka, melalui kegiatan bermain, membuat craft, dan melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Di akhir pembelajaran, siswa diajak untuk berdiskusi dan melakukan refleksi tentang apa yang telah mereka pelajari, bagaimana perasaan mereka, dan hal-hal yang ingin mereka ceritakan setelah melalui pembelajaran. D. Kegiatan Harian 1. SOP Pembiasaan Rutin Harian Pada bagian ini anak didik diajak untuk melakukan SOP pembiasaan rutin harian, yaitu melakukan baris-berbaris di depan kelas, mengucapkan salam, mendaraskan doa, dan menyanyikan lagu mars sekolah. Siswa juga diajak untuk memeriksa kebersihan kuku, kebersihan gigi, kerapian rambut, dan kerapian pakaian.Siswa diajak menyanyikan lagu pembuka kelas sebagai apersepsi, misalnya dengan bernyanyi lagu “Berkibarlah Benderaku” sambil melakukan gerakan. 2. Kegiatan Pembuka Siswa diajak untuk berdiskusi dengan memberikan aneka pertanyaan tentang lagu “Berkibarlah Benderaku, misalnya: Apa judul lagu di atas? Lagu yang baru saja dinyanyikan menceritakan apa? Apa yang membuat kalian bangga menjadi anak Indonesia? Apa saja kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia? Apa judul lagu kebangsaan Indonesia? Kapan lagu tersebut sering dinyanyikan? 3. Kegiatan Inti sesuai Kurikulum Merdeka Siswa membuat karya kreatif dan melakukan aneka aktivitas dengan tema : “Mengenal Bendera dan Lagu Kebangsaan Indonesia”, misalnya : Ajak Si Kecil Bermain Aplikasi Gim “Belajar TK dan PAUD" : Media Bermain dan Belajar Karya Bapak Andi Taru dan Tim Educa Studio. Berikut adalah beberapa kegiatan untuk anak PAUD usia 4-5 tahun yang dapat membantu menumbuhkan rasa bangga pada negara Indonesia: Baca juga: 10 CRAFT Membuat BENDERA Merah Putih: Meriahkan HUT Kemerdekaan RI 2024 | DEKORASI MURAH MERIAH 1. Membuat Bendera dari Kain Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kreasi ini adalah kain merah dan putih, lem, dan gunting. Lalu, anak didik dapat diajak membuat bendera Merah Putih dari potongan kain yang ditempelkan pada karton atau tongkat. Bendera merah putih tersebut bisa dipasang di sekitar ruangan kelas atau di sekitar sekolah. Baca juga: Ide DEKORASI 17 Agustusan Anak PAUD: Hiasan Kelas yang MUDAH & MURAH 2. Membuat dan Memainkan Puzzle Bantu anak didik menyediakan alat dan bahannya, yaitu kertas karton, gambar bendera (dari Google), lem, penggaris, dan gunting. Cetak gambar bendera dari Google, lalu tempelkan gambar bendera pada kertas karton dengan lem kertas. Lalu, buatlah garis pemotongan gambar untuk membuat permainan puzzle. Setelah itu, potonglah gambar dari garis yang telah dibuat dan mainkan bersama anak-anak didik. 3. Menceritakan Sejarah Singkat Bendera Indonesia Buatlah cerita singkat tentang bendera Indonesia, berikut ini adalah salah satu contohnya: Bendera Indonesia dikenal dengan nama Sang Saka Merah Putih. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian. Bendera ini pertama kali dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945, saat Indonesia merdeka. Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno, menjahit bendera ini dengan tangannya sendiri. Setiap tanggal 17 Agustus, bendera Merah Putih selalu dikibarkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera ini adalah simbol kebanggaan dan persatuan bangsa Indonesia. Buatlah atau cetaklah gambar (yang bisa ditemukan di google atau digambar sendiri) yang mewakili setiap 1 atau 2 kalimat pada cerita di atas. Setelah itu, guru bisa menceritakan sejarah Bendera Merah Putih sambil menunjukkan gambar-gambar di atas. Baca juga: RPP PAUD Tema Bangsaku, Subtema Pakaian Adat Indonesia 4. Membuat Craft Berbentuk Bendera Indonesia Ada 3 craft mudah berbentuk bendera merah putih yang bisa diajarkan kepada anak didik, yaitu Bendera dari Tutup BotolSediakan sebanyak-banyaknya tutup botol plastik bekas. Lalu, cat bagian atas dengan warna merah dan putih dan susun menjadi bendera Indonesia di atas karton. Bendera dari Majalah atau Koran BekasSobek kertas koran bekas menjadi potongan-potongan kecil. Cat potongan dengan warna merah dan putih, kemudian ditempelkan pada karton untuk membentuk bendera. Bendera dari Sedotan BekasPotong sedotan plastik bekas berwarna merah dan putih menjadi bagian kecil. Setelah itu, tempelkan pada kertas karton, serta atur menjadi dua baris warna merah di atas dan putih di bawah untuk membuat bentuk bendera merah putih. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD Tema Negaraku, Topik Lambang, Bendera, dan Lagu Kebangsaan 5. Melakukan Upacara Bendera Singkat Anak PAUD usia 4-5 tahun biasanya tidak terlalu betah mengikuti upacara bendera. Ajak anak didik mengikuti upacara bendera singkat, dengan susunan acara sebagai berikut: Pembukaan: Anak-anak didik berbaris rapi. Pemimpin upacara (guru atau anak yang ditunjuk) berdiri di tengah lapangan. Pengibaran Bendera: Bendera Merah Putih dikibarkan sambil diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Anak-anak didik menyanyikan lagu tersebut bersama-sama. Doa Bersama: Guru membacakan doa untuk para pahlawan yang gugur membela bangsa dan memohon semangat untuk anak-anak didik agar semangat belajar. Penutupan Pemimpin upacara menutup upacara, dan anak-anak kembali ke aktivitas lainnya. 4. Kegiatan Circle Time Kegiatan interaktif, menyenangkan dan sederhana yang bisa dilakukan antara guru dan anak didik di luar jam pembelajaran (misal saat break time) yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, Beberapa aktivitas di bawah ini bisa dilakukan saat circle time atau sebagai kegiatan di rumah, misalnya mengajak anak didik menyanyikan lagu “Berkibarlah Benderaku” bersama orang tua. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Bangsaku / Kemerdekaan Indonesia, Sub Topik: Upacara Bendera - Kurikulum Merdeka Belajar Sumber Referensi: 1. Parentcircle.com. (2023). How to teach patriotism to children [1] 2. Adayinourshoes.com. (2023). Patriotism [2]